” Akibat penurunan produksi minyak dan gas bumi dalam sumur peoduksi perlu dilakukan EOR untuk menjaga tingkat produksi sumur minyak dan gas agar tetap stabil.
jadi EOR adalah ……………
“

EOR merupakan teknik lanjutan untuk mengangkat minyak jika berbagai teknik dasar sudah dilakukan tetapi hasilnya tidak seperti yang diharapkan atau tidak ekonomis. Ada tiga macam teknik EOR yang umum:
1. Teknik termal: menginjeksikan fluida bertemperatur tinggi ke dalam formasi untuk menurunkan viskositas minyak sehingga mudah mengalir. Dengan menginjeksikan fluida tersebut, juga diharapkan tekanan reservoir akan naik dan minyak akan terdorong ke arah sumur produksi. Merupakan teknik EOR yang paling popular. Seringnya menggunakan air panas (water injection) atau uap air (steam injection).
2. Teknik chemical: menginjeksikan bahan kimia berupa surfactant atau bahan polimer untuk mengubah properti fisika dari minyak ataupun fluida yang dipindahkan. Hasilnya, minyak dapat lebih mudah mengalir.
3. Proses miscible: menginjeksikan fluida pendorong yang akan bercampur dengan minyak untuk lalu diproduksi. Fluida yang digunakan misalnya larutan hidrokarbon, gas hidrokarbon, CO2 ataupun gas nitrogen.


8 comments
Comments feed for this article
Mei 10, 2008 pada 8:31 am
rudyman s
saya sngt tertarik dengan EOR, kebetulan TA saya juka berkaitan dengan EOR (Chemical_surfactan-polymer). saya bisa ga mendapatkan penjelasan or masukan tentang chemichal teknik dari bapak…….sebelumnya saya ucapkan terima kasih.
Mei 10, 2008 pada 8:33 am
rudyman s
saya sngt tertarik dengan EOR, kebetulan TA saya juka berkaitan dengan EOR (Chemical_surfactan-polymer). saya bisa ga mendapatkan penjelasan or masukan tentang chemichal teknik dari bapak…….sebelumnya saya ucapkan terima kasih.
Mei 10, 2008 pada 8:43 pm
hidayatardiansyah
Kegunaan Surfactan dan polymer pada Water Floading Reservoir
Produksi minyak bumi dari water flood terbatas oleh kondisi geologi (heterogenitas) dan perangkap. Surfaktan, dan polimer dapat digunakan untuk mengurangi perangkap dan meningkatkan sweep secara efisien.
Air merupakan fluida efektif untuk menjaga tekanan reservoar dan mendrive minyak. ketika saturasi air meningkat, minyak terjebak karena gaya kapilaritas yang disebabkan oleh air, air tersebut menghambat pergerakan minyak. produksi menurun dan banyak minyak yang terepangkap. Surfaktan sangat berguna karena dapat mengurangi gaya kapilaritas dan membebaskan minyak yang terperangkap.
Chemical EOR
Three chemical flooding processes include polymer flooding, surfactant-polymer flooding, and alkaline-surfactant-polymer (ASP) flooding. In the polymer flooding method, water-soluble polymers increase the viscosity of the injected water, leading to a more efficient displacement of moderately viscous oils. Addition of surfactant to the polymer formulation may, under very specific circumstances, reduce oil-water interfacial tension to almost zero—displacing trapped residual oil. Although no large-scale surfactant-polymer floods have been implemented, the process has considerable potential to recover oil.
A variation of this process involves addition of alkaline to the surfactant-polymer formulation. For some oils, alkaline may convert some acids within the oil to surfactants that aid oil recovery. The alkaline may also play a beneficial role in reducing surfactant retention in the rock. For all chemical flooding processes, inclusion of a viscosifier (usually a water-soluble polymer) is required to provide an efficient sweep of the expensive chemicals through the reservoir.
Gels are also often used to strategically plug fractures (or other extremely permeable channels) before injecting the relatively expensive chemical solutions, miscible gases, or steam.
Juni 19, 2008 pada 1:20 pm
Abhor
Somehow i missed the point. Probably lost in translation
Anyway … nice blog to visit.
cheers, Abhor.
Agustus 13, 2008 pada 5:11 pm
rudyman surajaya
mas sory baru masuk lg nih…….
saya mau nanya lg nih mas…….saya dah menjalankan skenrio pengembangan lapangan limau di sumsel…….saya menggunakan simulasi reservoar dengan CMG (Computer Modelling Group)……masalahnya sya dah menyiapkan berbagai skenario injeksi surfactan dengan berbagai sensitivitas pour volum (PV)…….setelah coba di run sampai tahun 2025 malah hasil base case nya lebih besar dari injeksi surfactanya dngn 0.1 pv.
yang mau saya tanyakan :
1. itu biasanya di pengaruhi oleh apa?
2. Ketika kita injeksi surfactan sumur roduksi harus ditutup dulu kan mas!
Nanti setelah jumlah volume surfactannya terpenuhi baru di buka lg kan
mas! Mohon penjelasannya bila salah……..thanks ya mas….
3. Mas saya bisa minta alamat email or no ponselnya mas hidayat ga nih?
Makasih sebelumnya mas
September 2, 2008 pada 2:04 pm
abdul azim aimee
i have 1 questions here.
how high temperature and wettability affect on alkaline surfactant polymer performance?
Oktober 31, 2008 pada 11:20 am
Linda
Kebetulan belum lama saya bekerja sebagai Jr.Research Engineer & tugas saya mencari referensi mengenai EOR ini…
yang ingin saya tanyakan:
- Jenis EOR apa yang cocok untuk carbonate formation?
Mohon bantuannya
Terima Kasih sebelumnya….
Juli 7, 2009 pada 1:40 pm
b.ginanjar
Hi linda , kami saat ini sedang melakukan riset dengan institusi untuk aplikasi yng linda tanyakan silahkan anda hubungi 081210076389 ,. thanks