Pemanasan global adalah adanya proses peningkatan suhu rata-rata atmosfer, laut, dan daratan Bumi.

Suhu rata-rata global pada permukaan Bumi telah meningkat 0.74 ± 0.18 °C (1.33 ± 0.32 °F) selama seratus tahun terakhir. Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) menyimpulkan bahwa, “sebagian besar peningkatan temperatur rata-rata global sejak pertengahan abad ke-20 kemungkinan besar disebabkan oleh meningkatnya konsentrasi gas-gas rumah kaca akibat aktivitas manusia” melalui efek rumah kaca. Kesimpulan dasar ini telah dikemukakan oleh setidaknya 30 badan ilmiah dan akademik, termasuk semua akademi sains nasional dari negara-negara G8. Akan tetapi, masih terdapat beberapa ilmuwan yang tidak setuju dengan beberapa kesimpulan yang dikemukakan IPCC tersebut.

Temperatur rata-rata global 1850 sampai 2006 relatif terhadap 1961–1990

Model iklim yang dijadikan acuan oleh projek IPCC menunjukkan suhu permukaan global akan meningkat 1.1 hingga 6.4 °C (2.0 hingga 11.5 °F) antara tahun 1990 dan 2100.Perbedaan angka perkiraan itu dikarenakan oleh penggunaan skenario-skenario berbeda mengenai emisi gas-gas rumah kaca di masa mendatang, serta model-model sensitivitas iklim yang berbeda. Walaupun sebagian besar penelitian terfokus pada periode hingga 2100, pemanasan dan kenaikan muka air laut diperkirakan akan terus berlanjut selama lebih dari seribu tahun walaupun tingkat emisi gas rumah kaca telah stabil. Ini mencerminkan besarnya kapasitas panas dari lautan.

Meningkatnya suhu global diperkirakan akan menyebabkan perubahan-perubahan yang lain seperti naiknya permukaan air laut, meningkatnya intensitas fenomena cuaca yang ekstrim, serta perubahan jumlah dan pola presipitasi. Akibat-akibat pemanasan global yang lain adalah terpengaruhnya hasil pertanian, hilangnya gletser, dan punahnya berbagai jenis hewan.

Beberapa hal-hal yang masih diragukan para ilmuan adalah mengenai jumlah pemanasan yang diperkirakan akan terjadi di masa depan, dan bagaimana pemanasan serta perubahan-perubahan yang terjadi tersebut akan bervariasi dari satu daerah ke daerah yang lain. Hingga saat ini masih terjadi perdebatan politik dan publik di dunia mengenai apa, jika ada, tindakan yang harus dilakukan untuk mengurangi atau membalikkan pemanasan lebih lanjut atau untuk beradaptasi terhadap konsekwensi-konsekwensi yang ada. Sebagian besar pemerintahan negara-negara di dunia telah menandatangani dan meratifikasi Protokol Kyoto, yang mengarah pada pengurangan emisi gas-gas rumah kaca.

Anomali temperatur permukaan rata-rata selama periode 1995 sampai 2004 dengan dibandingkan pada temperatur rata-rata dari 1940 sampai 1980.

Referensi

  1. ^ a b c d Summary for Policymakers. (PDF) Climate Change 2007: The Physical Science Basis. Contribution of Working Group I to the Fourth Assessment Report of the Intergovernmental Panel on Climate Change. Intergovernmental Panel on Climate Change. URL diakses pada 02-02-2007
  2. ^ NASA: Global Warming to Cause More Severe Tornadoes, Storms, Fox News, August 31, 2007.
  3. ^ Intergovernmental Panel on Climate Change Fourth Assessment Report. Chapter 1: Historical overview of climate change science.
  4. ^ a b Soden, Brian J., Held, Isacc M. (01-11-2005). “An Assessment of Climate Feedbacks in Coupled Ocean–Atmosphere Models” (PDF). Journal of Climate 19 (14). URL diakses pada 21-04-2007.
  5. ^ Stocker, Thomas F.; et al. 7.5.2 Sea Ice. Climate Change 2001: The Scientific Basis. Contribution of Working Group I to the Third Assessment Report of the Intergovernmental Panel on Climate Change. Intergovernmental Panel on Climate Change. URL diakses pada 11-02-2007
  6. ^ Buesseler, K.O., C.H. Lamborg, P.W. Boyd, P.J. Lam, T.W. Trull, R.R. Bidigare, J.K.B. Bishop, K.L. Casciotti, F. Dehairs, M. Elskens, M. Honda, D.M. Karl, D.A. Siegel, M.W. Silver, D.K. Steinberg, J. Valdes, B. Van Mooy, S. Wilson. (2007) “Revisiting carbon flux through the ocean’s twilight zone.” Science 316: 567-570.
  7. ^ Marsh, Nigel, Henrik, Svensmark (November 2000). “Cosmic Rays, Clouds, and Climate” (PDF). Space Science Reviews 94: 215–230. DOI:10.1023/A:1026723423896. URL diakses pada 17-04-2007.
  8. ^ Climate Change 2001:Working Group I: The Scientific Basis (Fig. 2.12). URL diakses pada 08-05-2007
  9. ^ Hegerl, Gabriele C.; et al. Understanding and Attributing Climate Change. (PDF) Climate Change 2007: The Physical Science Basis. Contribution of Working Group I to the Fourth Assessment Report of the Intergovernmental Panel on Climate Change. Intergovernmental Panel on Climate Change. URL diakses pada 20-05-2007 Kutipan: Recent estimates (Figure 9.9) indicate a relatively small combined effect of natural forcings on the global mean temperature evolution of the seconds half of the 20th century, with a small net cooling from the combined effects of solar and volcanic forcings
  10. ^ Ammann, Caspar, et al. (06-04-2007). “Solar influence on climate during the past millennium: Results from ransient simulations with the NCAR Climate Simulation Model”. Proceedings of the National Academy of Sciences of the United States of America 104 (10): 3713–3718.
  11. ^ Scafetta, Nicola, West, Bruce J. (09-03-2006). “Phenomenological solar contribution to the 1900–2000 global surface warming” (PDF). Geophysical Research Letters 33 (5). DOI:10.1029/2005GL025539. L05708. URL diakses pada 08-05-2007.
  12. ^ Stott, Peter A., et al. (03-12-2003). “Do Models Underestimate the Solar Contribution to Recent Climate Change?”. Journal of Climate 16 (24): 4079–4093. DOI:10.1175/1520-0442(2003)016%3C4079:DMUTSC%3E2.0.CO;2. URL diakses pada 16-04-2007.
  13. ^ Foukal, Peter, et al. (14-09-2006). “Variations in solar luminosity and their effect on the Earth’s climate.”. Nature. URL diakses pada 16-04-2007.
  14. ^ Changes in Solar Brightness Too Weak to Explain Global Warming. National Center for Atmospheric Research. URL diakses pada 13-07-2007
  15. ^ Lockwood, Mike, Claus Fröhlich. “Recent oppositely directed trends in solar climate forcings and the global mean surface air temperature”. Proceedings of the Royal Society A. DOI:10.1098/rspa.2007.1880. URL diakses pada 21-07-2007.
  16. ^ Hansen, James Climatic Change: Understanding Global Warming. One World: The Health & Survival of the Human Species in the 21st Century. Health Press. URL diakses pada 2007-08-18
  17. ^ Summary for Policymakers. Climate Change 2001: The Scientific Basis. Contribution of Working Group I to the Third Assessment Report of the Intergovernmental Panel on Climate Change. Intergovernmental Panel on Climate Change. URL diakses pada 28-04-2007
  18. ^ Torn, Margaret, Harte, John (26-05-2006). “Missing feedbacks, asymmetric uncertainties, and the underestimation of future warming”. Geophysical Research Letters 33 (10). L10703. URL diakses pada 04-03-2007.
  19. ^ Harte, John, et al. (30-10-2006). “Shifts in plant dominance control carbon-cycle responses to experimental warming and widespread drought”. Environmental Research Letters 1 (1). 014001. URL diakses pada 02-05-2007.
  20. ^ Scheffer, Marten, et al. (26-05-2006]]). “Positive feedback between global warming and atmospheric CO2 concentration inferred from past climate change.”. Geophysical Research Letters 33. DOI:10.1029/2005gl025044. URL diakses pada 04-05-2007.
  21. ^ Stocker, Thomas F.; et al. 7.2.2 Cloud Processes and Feedbacks. Climate Change 2001: The Scientific Basis. Contribution of Working Group I to the Third Assessment Report of the Intergovernmental Panel on Climate Change. Intergovernmental Panel on Climate Change. URL diakses pada 04-03-2007
  22. ^ a b Hart, John. “Global Warming.” Microsoft® Encarta® 2006 [DVD]. Redmond, WA: Microsoft Corporation, 2005.